Surakarta. Kemenpora RI melalui Asisten Deputi Pengembangan dan IPTEK Olahraga mengadakan workshop yang diikuti oleh beberapa lembaga atapun dinas terkait, Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Program Studi Pendidikan Olahraga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung di meeting room Lor In Surakarta.

Workshop bertajuk Program Pembinaan Atlet Jangka Panjang (Long Term Athletes Development Program/ LTADP) mengundang para akademisi dari 3 Universitas di kota Surakarta yang memang berfokus pada physical education. Program S1 Pendidikan Olahraga UMS yang telah terakreditasi B oleh BAN-PT mengirimkan 6 delegasi yang terdiri dari 3 orang dosen dan 3 orang mahasiswa untuk mengikuti kegiatan yang diisi oleh narasumber yang ahli di bidang program pembinaan atlet jangka panjang. Salah satunya Dr. Ria Lumintuarso, merupakan bagian dari Regional Development Centre (RDC) yang berpusat di Jakarta.

Asdep Pengembangan dan IPTEK Olahraga, Bapak Washinton dalam pidatonya mengemukakan bahwa untuk menciptakan atlet dengan level olimpiade diperlukan kerjakeras serta komitment dari semua lembaga terkait. Maka dari itu beliau menggandeng pihak pihak yang memang fokusnya pada dunia olahraga prestasi. Selain Dr. Ria, workshop kali ini juga mendatangkan 2 expert dari Mancanegara yang memiliki kualifikasi dalam program pembinaan atlet jangka panjang, dia adalah Aveenash Pandoo: IWF Weightlifting Educator, pakar di dunia olahraga dan berfokus di cabor angkat besi.

Narasumber lain yakni Dr. Greg Wilson, pakar di bidang  Strength dan Conditioning dari Australia yang telah tersertifikasi oleh ASCA (Australian Strength and Conditioning Association). Dr.Greg telah beberapa kali bekerja sama dengan pihak KEMENPORA melalui Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga dalam meningkatkan prestasi-prestasi olahraga nasional menuju di level dunia seperti olimpiade (olympics). Dia juga menjelaskan tentang pentingnya Talent identification jika indonesia masih ingin berprestasi di level Dunia. Dr. Greg mengatakan bahwa Indonesia telah membuang banyak waktu dan uang kepada atlet-atlet yang tidak mempunyai bakat atau sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Mr. Greg memberi contoh saat dia melakukan test bakat di salah satu PPLP di jawa tengah dari 250 atlet hanya ada 16% yang dinyatakan berbakat. Dalam hal ini Mr. Greg menyarankan agar Indonesia bisa lebih fokus kepada mencari atlet yang benar-benar berbakat dan meninggikan target yang ingin dicapai.

Contoh atlet yang sukses dari program Talent Identification adalah Memo, atlet dayung Indonesia yang berhasil membawa medali dari Olimpiade Rio 2016. Talent Identification adalah program yang penyeleksian atlet dari segi anatomi tubuh, kebugaran, dan dasar atletiknya yang baik yang dibutuhkan sesuai cabang olahraganya masing-masing. Mr. Greg juga menambakan tentang strength and conditioning and long term athlete development. Fakta-fakta yang ia temukan dilapangan seringkali bertolak belakang dengan prinsip-prinsip LTAD, salah satunya adalah memasukan program latihan atlet dewasa kepada atlet muda dibawah usia 17 tahun (11-16 tahun). Masalah ini menimbulkan over training kepada para atlet muda sehingga tidak bisa mencapai performa terbaiknya pada usia emas.

Washinton selaku Asdep Pengembangan dan IPTEK Olahraga mengingatkan bahwa salah satu usaha untuk memajukan olahraga nasional saat ini adalah dengan mengubah paradigma/ cara berpikir yang sudah ketinggalan jaman. Melalui workshop kali ini, beliau berharap para peserta dapat terjun langsung ke induk organisasi, pusat latihan, hingga komunitas sekitar untuk mengedukasi pihak-pihak yang selama ini cenderung menginginkan atletnya mampu berprestasi dalam waktu yang singkat, tapi justru menghilangkan potensi terbesar mereka

Beberapa atlet menunjukkan progres yang cukup signifikan, LTADP yang diterapkan pada cabor angkat besi juga atletik memiliki hasil yang cukup memuaskan di level dunia, sebut saja Zohri di cabor atletik, dan Eko Yuli yang berjaya di cabor angkat besi. Beliau juga mengatakan agar pembinaan atlet jangka panjang ini merupakan usaha semua pihak sehingga harus dimplementasikan secara nyata untuk menciptakan juara-juara lain di level dunia.

 

HMP Post.

fathur.idn@gmail.com